Kamis, 17 Januari 2019

BERADAB DALAM SETIAP KEADAAN, PELAJARAN BERHARGA DARI PARA UTUSAN


لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجوا الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا
“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rohmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.” (Al-Ahzab: 21)

Dalam kitabnya, “Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim” berkata Imam Ibnu Katsir mengenai ayat tersebut,
“Ayat ini merupakan landasan utama dalam meneladani Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dalam setiap perkataan, perbuatan dan tingkah laku atau keadaan beliau. Karena itulah, Alloh Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan pada semua manusia untuk meneladani Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dalam kesabaran, keteguhan, kesungguhan dan kesiagaan beliau, serta kesabarannya dalam menanti kelapangan dari Alloh ‘Azza wa Jalla. Karena itulah Alloh berfirman pada mereka yang gelisah, merasa takut, dan kebingungan dalam urusan mereka di hari peristiwa Ahzab (Perang Ahzab/Khondaq) dengan sebuah ayat: (Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu), yang bermakna: “Mengapa kalian tidak mengikutinya dan meneladani kepribadian Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam...?”
Imam Qurthuby juga menambahkan, “Makna dari Uswah adalah Qudwah, yang bermakna Keteladanan. Dan yang dimaksud Uswah dalam ayat, adalah sesuatu yang diteladani dari diri Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, serta segala sesuatu yang dinisbatkan pada beliau. Maka beliau diikuti dalam setiap perbuatannya, dan diteladani dalam setiap keadaannya. Dan sungguh telah terluka wajah beliau yang mulia, pecah gigi serinya, telah gugur pula paman beliau, serta rasa lapar telah menguasai pencernaan beliau, dan sungguh tidak ditemukan dalam jiwa beliau yang mulia kecuali rasa sabar penuh keikhlasan, dan rasa syukur penuh keridloan. Sabda Rosul di saat wajah beliau terluka, “Ya Alloh ampunilah kaumku, Sesungguhnya mereka tidak mengetahui”.”

Jumat, 01 Juni 2018

Hormatilah orang2 yg tidak berpuasa...?

Tidak lengkap rasanya bila setiap moment dan event besar kaum Muslimin Indonesia tidak diiringi dengan statemen2 kontroversial dan memancing emosi, merusak ketenangan dan kedamaian. Jika bisa kita istilahkan, gak asyik klo gak rame.

*Bulan Muharrom* muncul statement,
_"Tahun baru Islam tidak ada, hanya meniru perbuatan org kafir saja"_ Subhanalloh...

*Bulan maulid* muncul statement,
_"Maulid Nabi bid'ah, tidak ada landasan dan contoh dari Rosul dan para shohabat. Makanan yg disajikan di bulan maulid harom. Orang yg melakukan maulid lebih besar dosanya dari zina"_. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji'un...

*Bulan Rojab* muncul statement,
_"Puasa Rojab, bukan puasa sunnah Rosul. Tidak ada tuntunannya"_ La Haula wa la Quwwata illa billah...

*Bulan Sya'ban* muncul statement,
_"Nishfu Sya'ban, bid'ah. Ibadah pada saat itu tidak pernah diajarkan oleh Rosul"_ Astaghfirulloh...

*Bulan Romadlon* muncul statement,
_"Ibadah Puasa, ibadah masing-masing person, maka hormatilah orang2 yg tidak berpuasa"_

Statement yg lain,

Kamis, 06 Oktober 2016

Tiga Amalan Berpahala Besar di Sisi Alloh


Edisi ke-3, Jumadil Ula 1437 H.
Untaian kalimat Alhamdulillah was-Syukru lillah wa La Haula wa La Quwwata Illa Billah harus senantiasa menghiasi hati dan bibir kita semua. Kapan saja, di mana saja dan dalam situasi apapun. Karena ini merupakan bentuk sekaligus bukti pengagungan dan kepasrahan kita kepada Alloh, Tuhan Yang Maha Esa lagi Perkasa, Yang tak tuli dan tak buta. Berkat limpahan ma’unah dan rahmatNya, sampai detik ini Alloh masih mempertemukan kita dengan hari agung dan mulia. Hari di mana banyak orang mengatakan bahwa yaumul jumu’ah sayyidul ayyam.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rosululloh, keluarga, shohabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Rutinitas kegiatan serta aktifitas yang kita lakukan selama ini sudah barang tentu sedikit banyak telah membuat kita terjebak pada keteledoran, kesalahan bahkan kejahatan sekalipun. Mulai dari yang terkecil, sedang, dan yang paling besar. Baik dikarenakan ketidak-sengajaan, yang direkayasa maupun sampai yang disengaja.
Karena itu merupakan fitrah dasar manusia sebagai makhluk yang tak pernah lepas dari kesalahan dan kelemahan, bahkan jika kita ingin mengharapkan kesempurnaan pribadi dari seorang teman, keluarga, orang tua maupun pemimpin, itu hal yang mustahil dan takkan pernah didapatkan hatta yaumil qiyamah. Namun yang harus senantiasa dijadikan renungan dan koreksian buat pribadi masing-masing adalah, lebih banyak manakah antara kebaikan dan kejahatan yang kita perbuat selama ini? Sudahkah kita menyadari akan setiap perbuatan yang telah dilakukan?
Namun percayalah dosa-dosa tadi senantiasa akan terkurangi bahkan terhapus dan dapat pengampunan dari Alloh kalau kita benar-benar mengoptimalkan kehidupan. Dengan mengisi amalan-amalan yang kelihatannya kecil dan ringan namun senantiasa dicintai Alloh dan berpahala besar. Amalan-amalan tersebut sebagai berikut,
Pertama, Melaksanakan Sholat

Kamis, 03 Desember 2015

Sifat Lemah-Lembut Modal Terbaik Setiap Muslim

Sifat kasih-sayang, lemah-lembut dan santun merupakan sifat-sifat yang dibutuhkan dan menjadi modal untuk sebuah adaptasi. Adaptasi yang baik dengan mencoba menepiskan, mengesampingkan egoisme dan kepentingan diri. Namun dengan tidak kemudian mengorbankan prinsip-prinsip penting dalam keberagamaan kita. Inilah yang disebut para ulama' dengan istilah Al-Mudaroh. Mengambil simpati dan mencoba berempati dengan orang lain. Mengikuti gaya tradisi mereka dengan tidak melanggar syari'at-syrai'at Alloh yang telah kita yakini sebagai sebuah aturan terbaik.

Sebaliknya, berusaha menyenangkan mereka dengan berbagai macam cara, hingga ke arah melanggar segala aturan Alloh, tidaklah kemudian dikatakan adaptasi yang baik. Bahkan hal tersebut bisa menjadi sesuatu yang menjerumuskan kita ke jurang kenistaan. Mengorbankan Alloh demi sesuatu yang kecil dan murah. Na'udzubillah min dzalik.

Rabu, 02 Desember 2015

Kisah Ahlusshuffah

"Setiap selesai sholat, Rosululloh selalu mem-posting shohabat ahlus-shuffah untuk menerima jatah makan pada shohabat lainnya" -Makna Hadits-

Ahlus-Shuffah, yaitu para shohabat yang dikenal dengan tamu-tamu Alloh. Dikarenakan mereka menempati pelataran masjid Nabawi sebagai tempat tinggal dan istirahat mereka. Golongan shohabat yang tidak memiliki harta dan apapun untuk kelangsungan hidup (golongan faqir) namun memiliki kesemangatan yang tinggi untuk menimba ilmu dan memperkokoh keimanan pada Rosululloh dan shohabat lainnya.

Metode Pengubah dan Penata Jiwa

Berkata Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib, "Kami sedang duduk bersama Rosululloh di dalam masjid, lalu datang dan ikut bergabung bersama kami Mush'ab bin 'Umair dengan mengenakan pakaian yang ditambal. Ketika Rosululloh melihatnya, beliau menangis mengingat bagaimana keadaannya (Mush'ab) sebelum Islam (manja dan selalu tampil necis), dan bagaimana keadaannya saat ini" –Makna Hadits–

Sebuah perubahan yang luar biasa dilakukan oleh seseorang. Membalikkan keadaan 180 derajat. Tidak lagi melihat diri, tidak lagi dunia bergantung pada hati, tidak lagi peduli pada selain Alloh dan Rosul yang ia cintai.

Bentuk pendidikan seperti apa yang diterapkan oleh Sang Baginda Nabi? Bentuk pembimbingan bagaimana yang disampaikan Nabi, hingga mampu mengupgrade sosok-sosok penting dan luar biasa di zamannya?

Keistimewaan Nabi

"Beliaulah (Rosululloh Muhammad) yang muncul pertama kali saat hari Kebangkitan. Terdapat bersama beliau saat itu 70.000 malaikat dan Buroq (yang pernah beliau tunggangi saat Isro' & Mi'roj)"

Terdapat banyak keistimewaan yang diberikan Alloh dan dikhususkan hanya diberikan pada beliau, Rosulululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Keistimewaan sebelum kelahiran beliau, saat kelahiran, masa kanak2, masa remaja, masa dewasa, masa diutusnya beliau menjadi rohmatan lil'alamiin, masa wafat beliau, dan masa kebangkitan kelak di hari Kiamat.

Rosululloh Muhammad, adalah orang yang pertama kelak akan melihat Alloh. Dan diberikan kesempatan untuk memberi syafaat dan bantuan untuk umatnya. Karena beliaulah satu-satunya manusia yang masih memikirkan nasib dan hak orang lain (umatnya) pada masa itu, di mana setiap insan hanya bisa memikirkan nasib dirinya. Sebagaimana dijelaskan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad Al-Maliky di kitab beliau, Adz-Dzakhoir Al-Muhammadiyah

Menjauhi dosa sejauh-jauhnya

Terdapat sebuah riwayat hadits dimana seorang shohabat menanyakan kebolehan membuat cuka dari khomr. Rosululloh menjawab bahwa hal tersebut dilarang, jika sudah diproses (dicampuri bahan lain). Adapun jika tidak diproses (berubah dengan sendirinya), maka tidak ada masalah.

Sebuah peristiwa pendek yang kemudian menghasilkan banyak istinbath (kesimpulan hukum) dari para ulama', berkaitan dengan kenajisan khomr tersebut. Dan berkaitan pula dengan larangan Alloh untuk mendekatinya.

Adapun hikmah yang bisa diambil dari hal tersebut, sebuah pengingat kita akan perintah Alloh untuk selalu berhati-hati dalam mendekati sebuah dosa. Segala hal yang telah menjadi larangan Alloh, maka semaksimal kita untuk berusaha menjauhi sejauh-jauhnya. Sebagaimana yang disabdakan Rosul dalam sebuah riwayat hadits,
"Apa yang telah aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian. Dan apa yang telah aku larang, maka jauhilah" -Makna Hadits-

Sabtu, 22 November 2014

Ciri-ciri istri Sholihah...




          1.       Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى

"Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: "Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha." (HR. An-Nasa’i)

Rabu, 18 September 2013

Iman dengan Akal...?

Akal bisa menopang keimanan dalam hati dan menjadikannya sebagai pondasi keimanan yang kuat, meski tidak sepenuhnya dan bukan segala hal dalam proses keimanan pada Alloh harus dibuktikan dengan akal.

Namun Mengimani Alloh dan adanya wujud Alloh merupakan hal yang bisa dinalar dan dibuktikan dengan akal.
1. Beragama adalah naluri setiap manusia. Menyembah Tuhan yang selalu ia percaya, maka akan terjadi kerancuan dan tidak masuk akal jika aturan menyembah Tuhan diatur sendiri seenaknya oleh setiap orang yg menyembahnya, maka mau tidak mau aturan tersebut harus datang langsung dari Tuhan yang disembah.
2. Dan untuk menyampaikan aturan tersebut, tentunya harus ada yang namanya utusan. Penyampai risalah Tuhan kepada seluruh manusia. yang disbut dengan Rosululloh
3. Adapun penyampaian Risalah Tuhan tersebut kepada para Rosul, terdapat makhluk khusus yang diutus menjadi perantara Tuhan dan RosulNya yang disebut dengan Malaikat.
4. Membahas risalah Tuhan yang diturunkan, aturan-aturan keberagamaan yang disampaikan para Rosul, terbentuk dan terkumpul dalam sebuah kitab suci yang disebut Al-Qur'an. Terdapat 3 hal dalam nalar akal untuk bisa membuktikan kebenaran dan keotentikan Al-Qur'an, mengingat Al-Qur'an menggunakan tata bahasa Arab, maka logika yang kita temukan:
a. Al-Qur'an dibuat dan dikarang oleh orang Arab, hal ini bathil dan tidak masuk akal, mengingat terdapat sebuah ayat di dalamnya yang berisi tantangan kepada seluruh orang Arab untuk membuat tandingan ayat semisal Al-Qur'an
b. Al-Qur'an diciptakan oleh Rosululloh, hal ini juga bathil dan tidak masuk akal. Karena selama orang Arab tidak bisa menandingi keindahan ayat Al-Qur'an, maka Rosululloh pun selaku orang Arab juga tidak bisa menciptakannya. Dan hal ini juga beliau buktikan dengan perbedaan mendasar dalam 2 kalam yang sama-sama keluar dari lisan beliau, yaitu Al-Qur'an dan Hadits.
c. Al-Qur'an berasal dari Alloh, Tuhan semesta alam. Penguasa segala keindahan. Jika 2 hal di atas tidak bisa menciptakan Al-Qur'an, maka logika terakhir Al-Qur'an berasal langsung dari Alloh. Mengingat bahasa Al-Qur'an menggunakan bahasa tertinggi dan terhalus dalam tatanan bahasa Arab.

Dari penalaran akal inilah, manusia bisa membuktikan kebenaran adanya Alloh sehingga dengannya bisa mengantarkan dirinya pada keimanan terhadap adanya hal-hal ghaib yang termaktub dalam Al-Qur'an, Hadits Qoth'i dan Hadits-hadits Ahad, penjelasan perihal alam ghoib yang kasat mata dan tak terjangkau oleh indera.

Renungan Kehidupan
(Ta'lim Abi, pkl. 06.58)

Potensi kehidupan manusia

Sebuah bentuk kesempurnaan Islam yang telah disiapkan Alloh Subhanahu wa Ta'ala untuk para hambanya dalam mengkondisikan hidup terkait pengendalian potensi hidup yang dimiliki manusia. Potensi kehidupan yang membawa manusia menuju 2 maqom yang disebutkan oleh para ulama sebagai maqom tertinggi, sehingga malaikatpun segan dan menghormatinya, atau maqom terendah sehingga setanpun malas berkawan dan mendekatinya.

Potensi kehidupan tersebut terbagi menjadi 2 hal, dikategorikan dalam bentuk akibat yang dimilikinya.
1. Potensi hidup alami yang tumbuh dari dalam diri, tanpa membutuhkan pendorong. Menuntut pemenuhan dengan segera (secara darurat). Jika tidak dilakukan akan mengakibatkan dampak fatal berupa kematian. Contoh: Makan, minum, tidur, buang hajat, dll.
2. Potensi hidup yang berasal dari luar diri, dan membutuhkan pendorong (melalui pemikiran atau realita yang terindra). Tidak menuntut pemenuhan dengan segera. Karena jika tidak dilakukan, tidak berakibat fatal namun hanya menyebabkan keresahan dan kegelisahan perasaan dalam diri, hal inilah yang kemudian para ulama menyebutnya sebagai Ghorizah (Naluri/insting). Contoh: Mencintai lawan jenis, hidup kaya, dll.

3 pembagian Ghorizah:
1. Ghorizah Nau' (Naluri menyukai lawan jenis), terdorong dari indera yang memperhatikan, terekam dalam pikiran hingga menggelitik perasaan
2. Ghorizah Tadayyun (Naluri beragama), terdorong dari perhatian indra terhadap ayat-ayat Alloh, tersirat maupun tersurat. tafakkur memikirkan dan teresap baik ke dalam hati. Sehingga darinya muncullah ketaatan, rasa takut dan keinginan untuk selalu terhubung kepada Alloh.
3. Ghorizah Baqo' (Naluri Bertahan Hidup)

Alangkah baiknya, bila pribadi setiap Muslim mengarahkan segala potensi hidup yang dimilikinya kepada Ghorizah Tadayyun, berusaha mencari pendorong yang kuat kepadanya. Karena hanya ghorizah (naluri) tersebut yang mampu membawa manusia menuju kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat.

Renungan Kehidupan
(Ta'lim Abi, 12 September 2013 pkl. 06.10)

Terasing... Siapa Takut..?

Islam datang dalam keadaan terasing, dan akan kembali dalam keadaan terasing. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang terasing... (HR. Al-Bazzar)

Terasing, termusuhi dan dijauhi karena berusaha mengikuti para ulama yang gigih dalam menghidupkan dan menyebarkan sunnah-sunnah Rosululloh...

Berusaha menjauhkan diri dari para ulama' Suu', golongan yang disebut Rosululloh sebagai makhluk terburuk (syarrul kholq). Penyebar kesesatan, paham-paham miring yang merusak kemurnian Islam, yang mematikan sunnah-sunnah Rosululloh yang agung.
Dan merupakan golongan yang disebut para ulama' sebagai golongan yang jauh lebih berbahaya daripada setan. Karena sedikit demi sedikit mereka bisa mengikis keyakinan dan kepercayaan kepada Islam dari hati para makhluk. Na'udzubillah min dzalik

Renungan Kehidupan
(Ta'lim Abi, 11 September 2013 pkl. 07.20)

Fase Dakwah Rosululloh

4 Fase Dakwah Rosululloh:
1. Dakwah sembunyi-sembunyi selama 3 tahun
2. Dakwah dengan penyampaian secara terang-terangan tanpa perang hingga saat hijroh
3. Dakwah dengan bergerak memerangi orang-orang yang melampaui batas dan orang-orang yang terlebih dahulu memulai perang hingga terjadinya Perjanjian Hudaibiyah
4. Dakwah dengan memerangi orang-orang yang menghadang dan merintangi jalan dakwah ilalloh

Renungan Kehidupan
(Ta'lim Abi, 10 September pkl. 06.35)

Ajakan Rosululloh

Diriwayatkan Dari Abu Hurairah Rodliyallohu 'Anhu, Rosululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
"Barang siapa yang melepaskan seorang mukmin dari kesusahan dunia, maka Alloh akan membebaskannya dari kesusahan di hari kiamat.
Barang siapa yang memudahkan orang yang sedang mengalami kesulitan, maka Alloh akan memudahkan kepadanya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)

Rosululloh mengajak kita untuk selalu peduli terhadap sesama saudaraku...
Adakah kita menjawab ajakan dan panggilan beliau...?

Jumat, 26 Juli 2013

Keajaiban Sedekah



Diriwayatkan dari sayyidah 'Aisyah Rodliyallohu 'anha bahwa Rosululloh bersabda:
"Sesungguhnya Alloh pasti akan memelihara sedekah seseorang di antara kalian yg berupa kurma maupun sepotong makanan sebagaimana ia memelihara anak untanya hingga (sedekah itu) menjadi sebesar gunung uhud" HR. Ibnu Hibban & Thobaroni

Sedekah...
Kata yg biasa kita dengar dan lumrah dalam pandangan kita.
Sebuah amal yg seringkali didengungkan dan dianjurkan oleh para ulama' agar kita selalu istiqomah dalam melaksanakannya.
Agar tidak terjadi kesalah-pahaman yang berkelanjutan, lebih baiknya kita mengetahui secara mendalam, makna dan maksud dari sedekah itu sendiri.
Sebagaimana dari sisi ajaran agama kita, sedekah merupakan amal ibadah yang mudah dikerjakan dan memiliki keistimewaan yg luar biasa. Salah satunya sudah kita sebutkan pada untaian kalimat hadits di atas. Dan selain itu pula, dalam agama kita sedekah bisa menjadi sebuah tameng dan benteng yang kokoh bagi para pengamalnya dari adanya bala' maupun musibah. Entah itu musibah dunia maupun musibah akhirat. Sebagaimana sabda Rosululloh:
"Bersegeralah dalam bersedekah, karena sesungguhnya bala' tertolak dengannya" HR. Baihaqi & Thobaroni

Minggu, 31 Maret 2013

Hamba Terbaik, Hamba Terburuk



Oleh : KH. Muhammad Idris Jauhari
  
قَالَ رَسُولُ اللَّه ِصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ :”خِيَارُ عِبَادِ اللَّهِ الَّذِينَ إِذَا رُءُوا ذُكِرَ اللَّهُ، وَشِرَارُ عِبَادِ اللَّهِ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ الْمُفَرِّقُونَ بَيْنَ اْلأَحِبَّةِ الْبَاغُونَ الْبُرَآءَ الْعَنَتَ.”
(رواه أحمد والبخاري في الأدب المفرد)

Rosululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
“Sebaik-baik hamba Alloh adalah mereka yang membuat orang lain mengingat Alloh saat melihat mereka. Dan seburuk-buruk hamba Alloh adalah mereka yang berjalan ke sana ke mari menyebarkan fitnah, yang menyebabkan perpisahan di antara orang-orang yang saling mencintai, yang berusaha mendatangkan kesulitan kepada orang-orang yang tidak bersalah.”
(HR Ahmad dan Bukhori dalam kitab al-Adab al-Mufrod)

Berdasar hadits di atas, ada dua tipe seorang hamba di mata Alloh Subhananu wa Ta'ala. Pertama, hamba terbaik yaitu mereka yang mampu membuat orang lain mengingat Alloh ketika melihat mereka. Kedua, hamba terburuk yaitu mereka yang suka menyebarkan fitnah dan mendatangkan kesulitan bagi orang yang tidak bersalah.

Hamba Alloh Terbaik
Menjadi hamba Alloh dengan predikat terbaik menjadi dambaan setiap muslim. Predikat terbaik di sisi Alloh adalah capaian tertinggi seorang muslim sebagai seorang hamba. Tidak ada posisi yang lebih mulia dalam kehidupan seorang muslim kecuali Alloh benar-benar telah menetapkan orang tersebut sebagai kekasih-Nya.
Hamba terbaik di mata Alloh bukanlah semata seorang yang mampu menjalankan perintah Alloh dengan istiqamah dan menjauhi segala larangan-Nya secara sungguh-sungguh, melainkan mereka yang mampu membuat orang lain senantiasa mengingat Alloh (dzikrulloh) dalam situasi dan kondisi bagaimanapun, baik hati, pikiran, maupun tingkah lakunya.
Barometer hamba terbaik di mata Alloh tidak lagi didasarkan pada kesholehan individu semata. Tapi, bagaimana kesholehan individu bertransformasi menjadi sebuah energi spiritual-magnetik yang secara spontan mampu menarik orang-orang di sekitarnya untuk senantiasa melakukan dzikrulloh. Karena itu, bagi hamba Alloh terbaik, upaya menjadikan orang lain agar senantiasa melakukan dzikrulloh bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Modalnya: kekuatan spiritual, kematangan kepribadian, dan kedalaman pikiran.
Hamba terbaik senantiasa memancarkan nur ilahiah dari sekujur tubuhnya. Nur ilahiah ini kemudian memancar menelusup kepada siapa pun yang berada di sekelilingnya. Siapa pun yang terkena pancaran nur ilahiah ini, sedikit banyak, akan mengalami perubahan kepribadian. Tak jarang mereka kemudian berbalik arah menjadi seorang alim, taat, dan istiqamah melaksanakan perintah Alloh dan menjauhi larangan-Nya.

Kamis, 28 Maret 2013

IHTIMAM; ANTARA TUGAS DAN PRIBADI

Oleh: Abi Ihya' Ulumiddin
Taushiyah Vol. 1 Edisi 1

Di dunia ini seorang muslim dihadapkan pada banyak kepentingan yang menuntut perhatiaannya. Baik kepentingan yang sifatnya menuju ketaatan kepada Alloh swt maupun kepentingan sebaliknya, yang pelaksanaannya tidak bernilai pahala bahkan sia-sia. Diantara kepentingan yang ada itu dapat tersimpulkan menjadi dua bagian: kepentingan tugas dan kepentingan pribadi. Kepentingan tugas maksudnya kepentingan dimana seorang muslim harus bertanggung jawab menjalankan ketaatan kepada TuhanNya dalam segala bentuknya. Sedangkan kepentingan pribadi merupakan kebalikannya.

Terhadap dua kepentingan itu, seorang muslim harus bisa memilih dan memilah mana kepentingan tugas dan mana kepentingan pribadi.Sehingga setiap langkahnya dalam memperhatikan (ihtimam) tiap-tiap kepentingan itu, baik dengan uangnya, tenaganya, pikirannya, maupun jiwanya, semuanya bernilai ketaatan (ibadah). Sebab manusia tercipta hanya untuk tujuan itu.[i] Dengan demikian, kepentingan tugas harus lebih didahulukan.

Dari sini bukan berarti muslim hidup harus selalu bertugas (ibadah) setiap waktu dengan mengabaikan urusan pribadi. Namun, disamping kepentingan tugas dilakukan sesuai dengan kadar puncak kemampuannya, kepentingan pribadi juga diperhatikan secara tawassuth (wajar). 

Selasa, 15 Januari 2013

Al-Furqon, Ketangguhan dalam Krisis Identitas

Oleh: Abi Ihya' Ulumiddin
Pengasuh Ma'had Nurul Haromain Pujon Malang
 
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Alloh, Kami akan memberikan kepadamu Furqon. Dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Alloh mempunyai karunia yang besar" (Al-Anfal: 29)

Analisa Bahasa

Furqon: Banyak ahli tafsir menyebutkan maknanya adalah jalan keluar di dunia dan akhirat. Ibnu Abbas Rodliyallohu 'Anhu menafsirkan ia adalah keselamatan atau kemenangan. Ibnu Ishaq menafsirkannya sebagai pemisah antara haq dan bathil. Imam Ibnu Katsir mengatakan: Tafsiran Ibnu Ishaq lebih umum dan mencakup semua tafsiran sebab orang yang bertaqwa kepada Alloh dengan menjalankan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya akan mendapatkan Taufiq sehingga bisa mengetahui yang haq dari yang bathil di mana hal ini menjadi sebab kemenangan, keselamatan dan jalan keluar...

Analisa Ayat

Dunia adalah tempat fitnah (ujian). Manusia menjalani hidup dari satu lingkaran fitnah menuju lingkaran fitnah yang lain. Tidak ada seorangpun bisa melepaskan diri dari sergapan fitnah kehidupan dunia. Dari kesenangan menuju pada sesuatu yang tidak menyenangkan dan dari kesusahan beralih kepada hal yang menggembirakan. Begitu seterusnya selama manusia menjalani kehidupan ini.


"Dan Kami selalu menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah (ujian)" (Al-Anbiya': 35)
 

Jumat, 09 November 2012

Ayat Nan Indah


“Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu….”(QS. Al-Baqarah: 216)

Perumpamaan 


Jeruk itu terkadang asam, namun ketika ditambah gula dan sedikit es ia berubah menjadi minuman yang menyegarkan. Begitu pula orang cerdas, pintar dan bijak mampu mengubah kerugian, penderitaan, penyakit, kesedihan dan lainnya menjadi kebahagiaan dan keberuntungan. Sebaliknya orang yang tidak mau berfikir akan membuat penderitaan itu semakin besar. Jangan selalu anggap bahwa musibah yang datang itu dianggap ujian saja, Karena biasanya dianggap sepele. Anggap saja semua musibah itu hukuman Alloh kepada kita, karena pastinya kita akan selalu bertaubat.


Kalau Anda Terpuruk

Kalau anda terpuruk, tidak mau beranjak dari tempat anda, maka musibah itu akan semakin sakit, sakit dan sakit. Apalagi yang terus menyimpan deritanya dalam hati. Pastilah kesakitan itu membengkak, dan jangan heran hati timbul suudh-dhon, penuh kebencian, semua yang dilakukan orang lain salah, banyak komplain, apapun yang dilakukan menyakitkan orang lain. Ada kemarahan dalam semua tindakannya. Kalau sudah begini dengan apa disembuhkan ??? Tidak ada obatnya kecuali dia sendiri yang harus mengobati nya… karena tidak ada yang sayang pada diri sendiri kecuali diri kita sendiri…..


Rabu, 07 November 2012

Hati Yang Paling Dicintai Alloh



Oleh: KH. Moh. Idris Jauhari

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
أَلَا وَإِنَّ لِلَّهِ أَوَانِي فِي أَرْضِهِ وَهِيَ قُلُوْبُ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ, فَأَحَبُّ الْأَوَانِي إِلَى اللهِ تَعَالَى أَصْفَاهَا وَأَصْلَبُهَا وَأَرَقُّهَا, أَصْفَاهَا مِنَ الذُّنُوْبِ وَأَصْلَبُهَا فِي الدِّيْنِ وَأَرَقُّهَا عَلَى الْإِخْوَانِ (رواه الطبراني)
Rosululloh Shollallohu’Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sungguh Alloh memiliki bejana-bejana di muka bumi, yaitu kalbu-kalbu para hamba-Nya yang sholih. Yang paling dicintai oleh Alloh dari bejana-bejana itu adalah yang paling bersih, paling keras, dan paling lembut. Paling bersih dari dosa, paling keras dalam urusan agama, dan paling lembut terhadap saudara-saudaranya (sesama muslim).” (HR. Thobaroni)

                Hati orang-orang yang sholih adalah bejana Alloh di muka bumi. Sebagai milik Alloh Subhanahu wa Ta’ala, sudah pasti bejana-bejana itu terbaik dan berkualitas tinggi. Bejana-bejana itu mampu menampung sekian banyak kebaikan, anti kemaksiatan, dan tahan terhadap berbagai goncangan.
                Ya, hanya hati orang-orang yang sholih yang layak menjadi bejana milik Alloh. Karena hati mereka senantiasa bertabur cahaya iman dan keyakinan kepada Alloh.
                Dari sekian banyak karakter hati orang-orang sholih, tiga di antaranya yang paling dicintai. Yaitu yang paling bersih dari dosa, paling keras dalam urusan agama, dan paling lembut terhadap saudara-saudaranya sesama muslim.

Bersih Dari Dosa
                Hati memiliki sifat fluktuatif. Kadang bersih, kuat, bercahaya, dan lemah lembut. Di lain waktu, hati kadang kotor, penuh maksiat, gelap gulita, dan keras membatu. Sifat hati yang pasang surut itu sesuai penamaannya. Dalam bahasa Arab, hati disebut qolb. Penamaan itu disebabkan seringnya hati berbolak-balik. Pasang surut. Tiada tetap. Karena itu, wajar jika hati penuh dengan noda dosa.