Selasa, 15 Januari 2013

Al-Furqon, Ketangguhan dalam Krisis Identitas

Oleh: Abi Ihya' Ulumiddin
Pengasuh Ma'had Nurul Haromain Pujon Malang
 
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Alloh, Kami akan memberikan kepadamu Furqon. Dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Alloh mempunyai karunia yang besar" (Al-Anfal: 29)

Analisa Bahasa

Furqon: Banyak ahli tafsir menyebutkan maknanya adalah jalan keluar di dunia dan akhirat. Ibnu Abbas Rodliyallohu 'Anhu menafsirkan ia adalah keselamatan atau kemenangan. Ibnu Ishaq menafsirkannya sebagai pemisah antara haq dan bathil. Imam Ibnu Katsir mengatakan: Tafsiran Ibnu Ishaq lebih umum dan mencakup semua tafsiran sebab orang yang bertaqwa kepada Alloh dengan menjalankan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya akan mendapatkan Taufiq sehingga bisa mengetahui yang haq dari yang bathil di mana hal ini menjadi sebab kemenangan, keselamatan dan jalan keluar...

Analisa Ayat

Dunia adalah tempat fitnah (ujian). Manusia menjalani hidup dari satu lingkaran fitnah menuju lingkaran fitnah yang lain. Tidak ada seorangpun bisa melepaskan diri dari sergapan fitnah kehidupan dunia. Dari kesenangan menuju pada sesuatu yang tidak menyenangkan dan dari kesusahan beralih kepada hal yang menggembirakan. Begitu seterusnya selama manusia menjalani kehidupan ini.


"Dan Kami selalu menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah (ujian)" (Al-Anbiya': 35)