Diriwayatkan Dari Abu Hurairah Rodliyallohu 'Anhu, Rosululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
"Barang siapa yang melepaskan seorang mukmin dari kesusahan dunia, maka
Alloh akan membebaskannya dari kesusahan di hari kiamat.
Barang
siapa yang memudahkan orang yang sedang mengalami kesulitan, maka Alloh
akan memudahkan kepadanya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
Rosululloh mengajak kita untuk selalu peduli terhadap sesama saudaraku...
Adakah kita menjawab ajakan dan panggilan beliau...?
Tampilkan postingan dengan label Pesan-pesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesan-pesan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 September 2013
Selasa, 15 Januari 2013
Al-Furqon, Ketangguhan dalam Krisis Identitas
Oleh: Abi Ihya' Ulumiddin
Pengasuh Ma'had Nurul Haromain Pujon Malang
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Alloh, Kami akan memberikan kepadamu Furqon. Dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Alloh mempunyai karunia yang besar" (Al-Anfal: 29)
Analisa Bahasa
Furqon: Banyak ahli tafsir menyebutkan maknanya adalah jalan keluar di dunia dan akhirat. Ibnu Abbas Rodliyallohu 'Anhu menafsirkan ia adalah keselamatan atau kemenangan. Ibnu Ishaq menafsirkannya sebagai pemisah antara haq dan bathil. Imam Ibnu Katsir mengatakan: Tafsiran Ibnu Ishaq lebih umum dan mencakup semua tafsiran sebab orang yang bertaqwa kepada Alloh dengan menjalankan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya akan mendapatkan Taufiq sehingga bisa mengetahui yang haq dari yang bathil di mana hal ini menjadi sebab kemenangan, keselamatan dan jalan keluar...
Analisa Ayat
Dunia adalah tempat fitnah (ujian). Manusia menjalani hidup dari satu lingkaran fitnah menuju lingkaran fitnah yang lain. Tidak ada seorangpun bisa melepaskan diri dari sergapan fitnah kehidupan dunia. Dari kesenangan menuju pada sesuatu yang tidak menyenangkan dan dari kesusahan beralih kepada hal yang menggembirakan. Begitu seterusnya selama manusia menjalani kehidupan ini.
"Dan Kami selalu menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah (ujian)" (Al-Anbiya': 35)
Pengasuh Ma'had Nurul Haromain Pujon Malang
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Alloh, Kami akan memberikan kepadamu Furqon. Dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Alloh mempunyai karunia yang besar" (Al-Anfal: 29)
Analisa Bahasa
Furqon: Banyak ahli tafsir menyebutkan maknanya adalah jalan keluar di dunia dan akhirat. Ibnu Abbas Rodliyallohu 'Anhu menafsirkan ia adalah keselamatan atau kemenangan. Ibnu Ishaq menafsirkannya sebagai pemisah antara haq dan bathil. Imam Ibnu Katsir mengatakan: Tafsiran Ibnu Ishaq lebih umum dan mencakup semua tafsiran sebab orang yang bertaqwa kepada Alloh dengan menjalankan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya akan mendapatkan Taufiq sehingga bisa mengetahui yang haq dari yang bathil di mana hal ini menjadi sebab kemenangan, keselamatan dan jalan keluar...
Analisa Ayat
Dunia adalah tempat fitnah (ujian). Manusia menjalani hidup dari satu lingkaran fitnah menuju lingkaran fitnah yang lain. Tidak ada seorangpun bisa melepaskan diri dari sergapan fitnah kehidupan dunia. Dari kesenangan menuju pada sesuatu yang tidak menyenangkan dan dari kesusahan beralih kepada hal yang menggembirakan. Begitu seterusnya selama manusia menjalani kehidupan ini.
"Dan Kami selalu menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah (ujian)" (Al-Anbiya': 35)
Jumat, 09 November 2012
Ayat Nan Indah
“Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu….”(QS. Al-Baqarah: 216)
Perumpamaan
Jeruk itu terkadang asam, namun ketika ditambah gula dan sedikit es ia berubah menjadi minuman yang menyegarkan. Begitu pula orang cerdas, pintar dan bijak mampu mengubah kerugian, penderitaan, penyakit, kesedihan dan lainnya menjadi kebahagiaan dan keberuntungan. Sebaliknya orang yang tidak mau berfikir akan membuat penderitaan itu semakin besar. Jangan selalu anggap bahwa musibah yang datang itu dianggap ujian saja, Karena biasanya dianggap sepele. Anggap saja semua musibah itu hukuman Alloh kepada kita, karena pastinya kita akan selalu bertaubat.
Kalau Anda Terpuruk
Kalau anda terpuruk, tidak mau beranjak dari tempat anda, maka musibah itu akan semakin sakit, sakit dan sakit. Apalagi yang terus menyimpan deritanya dalam hati. Pastilah kesakitan itu membengkak, dan jangan heran hati timbul suudh-dhon, penuh kebencian, semua yang dilakukan orang lain salah, banyak komplain, apapun yang dilakukan menyakitkan orang lain. Ada kemarahan dalam semua tindakannya. Kalau sudah begini dengan apa disembuhkan ??? Tidak ada obatnya kecuali dia sendiri yang harus mengobati nya… karena tidak ada yang sayang pada diri sendiri kecuali diri kita sendiri…..
Rabu, 07 November 2012
Hati Yang Paling Dicintai Alloh
Oleh: KH. Moh. Idris
Jauhari
قَالَ
رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
أَلَا
وَإِنَّ لِلَّهِ أَوَانِي فِي أَرْضِهِ وَهِيَ قُلُوْبُ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ,
فَأَحَبُّ الْأَوَانِي إِلَى اللهِ تَعَالَى أَصْفَاهَا وَأَصْلَبُهَا وَأَرَقُّهَا,
أَصْفَاهَا مِنَ الذُّنُوْبِ وَأَصْلَبُهَا فِي الدِّيْنِ وَأَرَقُّهَا عَلَى الْإِخْوَانِ (رواه
الطبراني)
Rosululloh Shollallohu’Alaihi
wa Sallam bersabda:
“Sungguh Alloh memiliki
bejana-bejana di muka bumi, yaitu kalbu-kalbu para hamba-Nya yang sholih. Yang
paling dicintai oleh Alloh dari bejana-bejana itu adalah yang paling bersih,
paling keras, dan paling lembut. Paling bersih dari dosa, paling keras dalam
urusan agama, dan paling lembut terhadap saudara-saudaranya (sesama muslim).” (HR.
Thobaroni)
Hati
orang-orang yang sholih adalah bejana Alloh di muka bumi. Sebagai milik Alloh Subhanahu
wa Ta’ala, sudah pasti bejana-bejana itu terbaik dan berkualitas tinggi.
Bejana-bejana itu mampu menampung sekian banyak kebaikan, anti kemaksiatan, dan
tahan terhadap berbagai goncangan.
Ya,
hanya hati orang-orang yang sholih yang layak menjadi bejana milik Alloh.
Karena hati mereka senantiasa bertabur cahaya iman dan keyakinan kepada Alloh.
Dari
sekian banyak karakter hati orang-orang sholih, tiga di antaranya yang paling
dicintai. Yaitu yang paling bersih dari dosa, paling keras dalam urusan agama,
dan paling lembut terhadap saudara-saudaranya sesama muslim.
Bersih Dari Dosa
Hati
memiliki sifat fluktuatif. Kadang bersih, kuat, bercahaya, dan lemah lembut. Di
lain waktu, hati kadang kotor, penuh maksiat, gelap gulita, dan keras membatu.
Sifat hati yang pasang surut itu sesuai penamaannya. Dalam bahasa Arab, hati
disebut qolb. Penamaan itu disebabkan seringnya hati berbolak-balik.
Pasang surut. Tiada tetap. Karena itu, wajar jika hati penuh dengan noda dosa.
Kamis, 18 Oktober 2012
Apakah Hati Kita Masih Hidup?
KH. Ihya’ Ulumiddin
Pengasuh Pondok Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon Malang
Alloh Tabaaraka wa Ta’ala berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Alloh dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan (hati) kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allohmembatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan". QS. Al Anfaal: 24
Hati yang hidup merupakan sisi pandang Alloh Ta'ala sekaligus sasaran saputan cahayaNya. Tanpa hati yang hidup, dan ramai oleh iman serta kilau keyakinan ini, manusia sebenarnya telah mati meski masih berada di kalangan orang-orang yang hidup. Alloh ta'alaa berfirman:
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?... QS. Al An'aam: 122.
Atas dasar inilah tarbiyah kita dalam jamaah ini mengarah kepada pelestarian kehidupan hati agar tidak mati, memakmurkannya supaya tidak sepi dan melunakkannya agar tidak keras (tandus). Sungguh Alloh telah menegur ahli iman dengan firmanNya:
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk (luluh) hati merekamengingat Alloh dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka..." QS. al Hadiid: 16.
Selasa, 16 Oktober 2012
Jangan hilang & lepas dari indukmu...!
Semoga tidak ada satupun dari kalian yang menyeleweng, nyeleneh dan keluar dari prinsip-prinsip ini. Juga tidak keluar dari pemikiran dan akhlâq islâmiyah. Termasuk prinsip hubungan dengan lain jenis yang islami, dan hubungan antargolongan lain yang islami. Terutama menghadapi liberalisme dalam segala aspek kehidupan. Semoga Allah selalu bersama kita, selalu bersama kalian, wahai pahlawanku. Jadilah manusia berguna, dan bukan manusia yang hilang dan lepas dari induknya. (Sebagian Pesan terakhir Almaghfur lahu KH. Tidjani Djauhari, MA)
Baik mana antara bekas penjahat dengan bekas santri...?
Pertanyaan inilah yang harusnya tetap melekat dalam hati sanubari kita...!
Apa maksudnya? Apa makna yang harus kita kaji? Untuk apa juga kita kaji?
Bekas penjahat, sebuah perubahan dari negatif menuju positif
Bekas santri sebaliknya, dari positif menuju negatif
Sekarang tinggal menilai dari diri kita sendiri...! manakah jalan yang kita pilih?
Menjadi seorang yang diridloi Alloh dalam hidupnya, atau seorang yang hilang & lepas dari induknya...?
Renungkanlah kawan...! (ingatkan juga saudara2 kita yang tengah lupa...!)
Cermin
Sharing akan slah satu nikmat Alloh yg berisi hikmah dan rahasia...
Cermin...
Sarana dan fasilitas utk kita melihat sosok diri dari bayangan yang dipantulkan cermin.
Pada cermin, kita bisa melihat sosok diri kita yang sebenarnya, gak pake dikurangi atau ditambah-tambahi.
Kita gak bisa mengingkari apa yang ditampilkan cermin tentang kita.
Ia jujur tentang diri kita.
Namun begitu pula sebaliknya, saat cermin itu berdebu atau kotor, kita pasti bersedia untuk membersihkannya, sehingga kita dan cermin sama-sama tampil bersih dan enak dipandang.
Nah inilah hikmah yg bisa kita ambil saudaraku...
Hendaknya setiap Muslim berlaku seperti cermin,
Bersikap jujur terhadap saudaranya sesama Muslim.
Yang akan mengatakan salah jika memang melakukan kesalahan, dan ia akan mengoreksinyadengan memberi nasihat-nasihat yang membangun serta mengajaknya kembali ke jalan yang benar.
Adapun jika saudaranya melakukan kebenaran, ia akan mendukung.
Begitu juga sebaliknya, jika ada saudaranya memberikan nasihat kebajikan kepadanya, ia mau menerimanya dengan senang hati.
Dengan demikian, hidup akan menjadi indah, penuh harmoni, dan pengertian.
Sebagaimana yg diajarkan Nabi, dan sudah kita pahami teori2nya.
So, ikhwani... masih mo nunggu apa lagi utk peduli ma saudara2 yg laen...?
Langganan:
Postingan (Atom)



