![]() |
| Edisi ke-3, Jumadil Ula 1437 H. |
Untaian kalimat Alhamdulillah was-Syukru lillah wa La Haula wa
La Quwwata Illa Billah harus senantiasa menghiasi hati dan bibir kita
semua. Kapan saja, di mana saja dan dalam situasi apapun. Karena ini merupakan bentuk
sekaligus bukti pengagungan dan kepasrahan kita kepada Alloh, Tuhan Yang Maha
Esa lagi Perkasa, Yang tak tuli dan tak buta. Berkat limpahan ma’unah dan
rahmatNya, sampai detik ini Alloh masih mempertemukan kita dengan hari agung
dan mulia. Hari di mana banyak orang mengatakan bahwa yaumul jumu’ah
sayyidul ayyam.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rosululloh,
keluarga, shohabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Rutinitas kegiatan serta aktifitas yang kita lakukan selama ini
sudah barang tentu sedikit banyak telah membuat kita terjebak pada keteledoran,
kesalahan bahkan kejahatan sekalipun. Mulai dari yang terkecil, sedang, dan
yang paling besar. Baik dikarenakan ketidak-sengajaan, yang direkayasa maupun
sampai yang disengaja.
Karena itu merupakan fitrah dasar manusia sebagai makhluk yang tak
pernah lepas dari kesalahan dan kelemahan, bahkan jika kita ingin mengharapkan
kesempurnaan pribadi dari seorang teman, keluarga, orang tua maupun pemimpin,
itu hal yang mustahil dan takkan pernah didapatkan hatta yaumil qiyamah. Namun
yang harus senantiasa dijadikan renungan dan koreksian buat pribadi
masing-masing adalah, lebih banyak manakah antara kebaikan dan kejahatan yang
kita perbuat selama ini? Sudahkah kita menyadari akan setiap perbuatan yang
telah dilakukan?
Namun percayalah dosa-dosa tadi senantiasa akan terkurangi bahkan
terhapus dan dapat pengampunan dari Alloh kalau kita benar-benar mengoptimalkan
kehidupan. Dengan mengisi amalan-amalan yang kelihatannya kecil dan ringan
namun senantiasa dicintai Alloh dan berpahala besar. Amalan-amalan tersebut
sebagai berikut,
Pertama, Melaksanakan Sholat
