Jumat, 01 Juni 2018

Hormatilah orang2 yg tidak berpuasa...?

Tidak lengkap rasanya bila setiap moment dan event besar kaum Muslimin Indonesia tidak diiringi dengan statemen2 kontroversial dan memancing emosi, merusak ketenangan dan kedamaian. Jika bisa kita istilahkan, gak asyik klo gak rame.

*Bulan Muharrom* muncul statement,
_"Tahun baru Islam tidak ada, hanya meniru perbuatan org kafir saja"_ Subhanalloh...

*Bulan maulid* muncul statement,
_"Maulid Nabi bid'ah, tidak ada landasan dan contoh dari Rosul dan para shohabat. Makanan yg disajikan di bulan maulid harom. Orang yg melakukan maulid lebih besar dosanya dari zina"_. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji'un...

*Bulan Rojab* muncul statement,
_"Puasa Rojab, bukan puasa sunnah Rosul. Tidak ada tuntunannya"_ La Haula wa la Quwwata illa billah...

*Bulan Sya'ban* muncul statement,
_"Nishfu Sya'ban, bid'ah. Ibadah pada saat itu tidak pernah diajarkan oleh Rosul"_ Astaghfirulloh...

*Bulan Romadlon* muncul statement,
_"Ibadah Puasa, ibadah masing-masing person, maka hormatilah orang2 yg tidak berpuasa"_

Statement yg lain,

_"Buka bersama, tidak diajarkan dalam Islam"_ Ya Robb...

*Bulan Syawwal* muncul statement,
_"Kumpul bersama keluarga di hari Raya hanya pemborosan, menghabiskan uang utk suatu hal yg tidak penting"_ Ya Salaam...

*Bulan Dzulhijjah* muncul statement,
_"Ibadah haji, ibadah yg tidak masuk akal. Apa manfaat orang2 menuju ke Mekah hanya untuk mencari Alloh? Bukankah Alloh ada di mana2"_ Allohu Akbar...

Dan berbagai macam statement lainnya terkait dgn kegiatan2 kaum Muslimin di luar bulan khusus tersebut.
Semisal,
*Aksi Bela Islam*, dikatakan sebagai jama'ah kebun binatang
*Tahlil/haul, dll*, dikatakan sebagai merayakan kematian seseorang
*Yasinan*, dikatakan sebagai kegiatan ngerumpi dan gosip ria

Serta tak luput, selain kegiatan bersama, statement2 utk kegiatan perseorangan pun tidak ketinggalan.
Semisal,
*Berjubah*, penampilan org2 sok alim, sok suci, sok ahli beribadah.
*Bercadar*, penampilan wanita eksklusif, menutup diri, tidak mau bergaul dgn org lain, bahkan akhir2 ini disebut sebagai pakaian teroris.
*Sholat tahajjud*, ibadah yg tidak baik karena mengurangi waktu istirahat yg dibutuhkan tubuh
*Sholat berjama'ah*, menghabiskan efisiensi waktu. Yg harusnya bisa selesai 5 menit harus ditunda lebih lama. Sehingga menyebabkan produktifitas terganggu.
*Mengaji Al-Qur'an*, kegiatan tidak produktif, hanya mengulang2 bacaan yg sama dan tidak berkembang.
*Dzikir*, kegiatan tidak bermanfaat. Mengajak org utk malas dalam bekerja dan berusaha.

Saudaraku...
Mari kita coba kaji bersama.
Jika yg mengeluarkan statement tersebut adalah orang Kafir (org yg menutup diri dari kebenaran), maka hal tersebut tidak jadi soal. Karena kekafiran telah disebutkan oleh Alloh dalam Qur'an akan terus memusuhi Islam dan org2 yg berpegang teguh pada ajarannya.
Namun yg jadi persoalan adalah, jika statement2 tersebut atau yg serupa muncul dan keluar dari pikiran org Muslim, org yg berserah diri pada aturan Alloh, org yg mengaku bahwa hidup dan matinya demi dan untuk Alloh. Maka sungguh, hal ini adalah hal yg sangat tidak masuk akal. Secara akal sehat, tak seorangpun yg mau menyakiti hati kekasihnya, tak seorangpun yg mau menyakiti perasaan saudaranya, dan tak seorangpun yg mau membuat kedua orang tuanya bersedih. Karena itu adalah fitrah manusia. Lalu bagaimana dengan Alloh dan RosulNya? Tidakkah dengan ia mengeluarkan statement2 melawan perintah2 Alloh tersebut membuatnya secara tidak langsung menyakiti Alloh? Membuatnya secara tidak langsung melukai hati Rosululloh?

Setiap kita pasti marah jika orang tua kita dihina oleh orang lain, secara akal sehat, mereka org yg kita hormati.
Lalu bagaimana mungkin kalian melarang kita marah akan statement2 aneh yg ada, sedang telah jelas hal itu menghina Alloh dan RosulNya?
Orang tua mungkin org yg harus kita hormati, tapi Alloh dan RosulNya jauh dan harus lebih kita hormati melebihi apapun di dunia ini.

Jika hal itu masih tidak bisa engkau terima, maka tanyakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar