Sebuah
bentuk kesempurnaan Islam yang telah disiapkan Alloh Subhanahu wa
Ta'ala untuk para hambanya dalam mengkondisikan hidup terkait
pengendalian potensi hidup yang dimiliki manusia. Potensi kehidupan yang
membawa manusia menuju 2 maqom yang disebutkan oleh para ulama sebagai
maqom tertinggi, sehingga malaikatpun segan dan menghormatinya, atau
maqom terendah sehingga setanpun malas berkawan dan mendekatinya.
Potensi kehidupan tersebut terbagi menjadi 2 hal, dikategorikan dalam bentuk akibat yang dimilikinya.
1. Potensi hidup alami yang tumbuh dari dalam diri, tanpa membutuhkan
pendorong. Menuntut pemenuhan dengan segera (secara darurat). Jika tidak
dilakukan akan mengakibatkan dampak fatal berupa kematian. Contoh:
Makan, minum, tidur, buang hajat, dll.
2. Potensi hidup yang berasal
dari luar diri, dan membutuhkan pendorong (melalui pemikiran atau
realita yang terindra). Tidak menuntut pemenuhan dengan segera. Karena
jika tidak dilakukan, tidak berakibat fatal namun hanya menyebabkan
keresahan dan kegelisahan perasaan dalam diri, hal inilah yang kemudian
para ulama menyebutnya sebagai Ghorizah (Naluri/insting). Contoh:
Mencintai lawan jenis, hidup kaya, dll.
3 pembagian Ghorizah:
1. Ghorizah Nau' (Naluri menyukai lawan jenis), terdorong dari indera
yang memperhatikan, terekam dalam pikiran hingga menggelitik perasaan
2. Ghorizah Tadayyun (Naluri beragama), terdorong dari perhatian indra
terhadap ayat-ayat Alloh, tersirat maupun tersurat. tafakkur memikirkan
dan teresap baik ke dalam hati. Sehingga darinya muncullah ketaatan,
rasa takut dan keinginan untuk selalu terhubung kepada Alloh.
3. Ghorizah Baqo' (Naluri Bertahan Hidup)
Alangkah baiknya, bila pribadi setiap Muslim mengarahkan segala potensi
hidup yang dimilikinya kepada Ghorizah Tadayyun, berusaha mencari
pendorong yang kuat kepadanya. Karena hanya ghorizah (naluri) tersebut
yang mampu membawa manusia menuju kebahagiaan hidup di dunia maupun di
akhirat.
Renungan Kehidupan
(Ta'lim Abi, 12 September 2013 pkl. 06.10)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar