Rabu, 18 September 2013

Potensi kehidupan manusia

Sebuah bentuk kesempurnaan Islam yang telah disiapkan Alloh Subhanahu wa Ta'ala untuk para hambanya dalam mengkondisikan hidup terkait pengendalian potensi hidup yang dimiliki manusia. Potensi kehidupan yang membawa manusia menuju 2 maqom yang disebutkan oleh para ulama sebagai maqom tertinggi, sehingga malaikatpun segan dan menghormatinya, atau maqom terendah sehingga setanpun malas berkawan dan mendekatinya.

Potensi kehidupan tersebut terbagi menjadi 2 hal, dikategorikan dalam bentuk akibat yang dimilikinya.
1. Potensi hidup alami yang tumbuh dari dalam diri, tanpa membutuhkan pendorong. Menuntut pemenuhan dengan segera (secara darurat). Jika tidak dilakukan akan mengakibatkan dampak fatal berupa kematian. Contoh: Makan, minum, tidur, buang hajat, dll.
2. Potensi hidup yang berasal dari luar diri, dan membutuhkan pendorong (melalui pemikiran atau realita yang terindra). Tidak menuntut pemenuhan dengan segera. Karena jika tidak dilakukan, tidak berakibat fatal namun hanya menyebabkan keresahan dan kegelisahan perasaan dalam diri, hal inilah yang kemudian para ulama menyebutnya sebagai Ghorizah (Naluri/insting). Contoh: Mencintai lawan jenis, hidup kaya, dll.

3 pembagian Ghorizah:
1. Ghorizah Nau' (Naluri menyukai lawan jenis), terdorong dari indera yang memperhatikan, terekam dalam pikiran hingga menggelitik perasaan
2. Ghorizah Tadayyun (Naluri beragama), terdorong dari perhatian indra terhadap ayat-ayat Alloh, tersirat maupun tersurat. tafakkur memikirkan dan teresap baik ke dalam hati. Sehingga darinya muncullah ketaatan, rasa takut dan keinginan untuk selalu terhubung kepada Alloh.
3. Ghorizah Baqo' (Naluri Bertahan Hidup)

Alangkah baiknya, bila pribadi setiap Muslim mengarahkan segala potensi hidup yang dimilikinya kepada Ghorizah Tadayyun, berusaha mencari pendorong yang kuat kepadanya. Karena hanya ghorizah (naluri) tersebut yang mampu membawa manusia menuju kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat.

Renungan Kehidupan
(Ta'lim Abi, 12 September 2013 pkl. 06.10)

Terasing... Siapa Takut..?

Islam datang dalam keadaan terasing, dan akan kembali dalam keadaan terasing. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang terasing... (HR. Al-Bazzar)

Terasing, termusuhi dan dijauhi karena berusaha mengikuti para ulama yang gigih dalam menghidupkan dan menyebarkan sunnah-sunnah Rosululloh...

Berusaha menjauhkan diri dari para ulama' Suu', golongan yang disebut Rosululloh sebagai makhluk terburuk (syarrul kholq). Penyebar kesesatan, paham-paham miring yang merusak kemurnian Islam, yang mematikan sunnah-sunnah Rosululloh yang agung.
Dan merupakan golongan yang disebut para ulama' sebagai golongan yang jauh lebih berbahaya daripada setan. Karena sedikit demi sedikit mereka bisa mengikis keyakinan dan kepercayaan kepada Islam dari hati para makhluk. Na'udzubillah min dzalik

Renungan Kehidupan
(Ta'lim Abi, 11 September 2013 pkl. 07.20)

Fase Dakwah Rosululloh

4 Fase Dakwah Rosululloh:
1. Dakwah sembunyi-sembunyi selama 3 tahun
2. Dakwah dengan penyampaian secara terang-terangan tanpa perang hingga saat hijroh
3. Dakwah dengan bergerak memerangi orang-orang yang melampaui batas dan orang-orang yang terlebih dahulu memulai perang hingga terjadinya Perjanjian Hudaibiyah
4. Dakwah dengan memerangi orang-orang yang menghadang dan merintangi jalan dakwah ilalloh

Renungan Kehidupan
(Ta'lim Abi, 10 September pkl. 06.35)

Ajakan Rosululloh

Diriwayatkan Dari Abu Hurairah Rodliyallohu 'Anhu, Rosululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
"Barang siapa yang melepaskan seorang mukmin dari kesusahan dunia, maka Alloh akan membebaskannya dari kesusahan di hari kiamat.
Barang siapa yang memudahkan orang yang sedang mengalami kesulitan, maka Alloh akan memudahkan kepadanya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)

Rosululloh mengajak kita untuk selalu peduli terhadap sesama saudaraku...
Adakah kita menjawab ajakan dan panggilan beliau...?

Jumat, 26 Juli 2013

Keajaiban Sedekah



Diriwayatkan dari sayyidah 'Aisyah Rodliyallohu 'anha bahwa Rosululloh bersabda:
"Sesungguhnya Alloh pasti akan memelihara sedekah seseorang di antara kalian yg berupa kurma maupun sepotong makanan sebagaimana ia memelihara anak untanya hingga (sedekah itu) menjadi sebesar gunung uhud" HR. Ibnu Hibban & Thobaroni

Sedekah...
Kata yg biasa kita dengar dan lumrah dalam pandangan kita.
Sebuah amal yg seringkali didengungkan dan dianjurkan oleh para ulama' agar kita selalu istiqomah dalam melaksanakannya.
Agar tidak terjadi kesalah-pahaman yang berkelanjutan, lebih baiknya kita mengetahui secara mendalam, makna dan maksud dari sedekah itu sendiri.
Sebagaimana dari sisi ajaran agama kita, sedekah merupakan amal ibadah yang mudah dikerjakan dan memiliki keistimewaan yg luar biasa. Salah satunya sudah kita sebutkan pada untaian kalimat hadits di atas. Dan selain itu pula, dalam agama kita sedekah bisa menjadi sebuah tameng dan benteng yang kokoh bagi para pengamalnya dari adanya bala' maupun musibah. Entah itu musibah dunia maupun musibah akhirat. Sebagaimana sabda Rosululloh:
"Bersegeralah dalam bersedekah, karena sesungguhnya bala' tertolak dengannya" HR. Baihaqi & Thobaroni