Kamis, 06 Oktober 2016

Tiga Amalan Berpahala Besar di Sisi Alloh


Edisi ke-3, Jumadil Ula 1437 H.
Untaian kalimat Alhamdulillah was-Syukru lillah wa La Haula wa La Quwwata Illa Billah harus senantiasa menghiasi hati dan bibir kita semua. Kapan saja, di mana saja dan dalam situasi apapun. Karena ini merupakan bentuk sekaligus bukti pengagungan dan kepasrahan kita kepada Alloh, Tuhan Yang Maha Esa lagi Perkasa, Yang tak tuli dan tak buta. Berkat limpahan ma’unah dan rahmatNya, sampai detik ini Alloh masih mempertemukan kita dengan hari agung dan mulia. Hari di mana banyak orang mengatakan bahwa yaumul jumu’ah sayyidul ayyam.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rosululloh, keluarga, shohabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Rutinitas kegiatan serta aktifitas yang kita lakukan selama ini sudah barang tentu sedikit banyak telah membuat kita terjebak pada keteledoran, kesalahan bahkan kejahatan sekalipun. Mulai dari yang terkecil, sedang, dan yang paling besar. Baik dikarenakan ketidak-sengajaan, yang direkayasa maupun sampai yang disengaja.
Karena itu merupakan fitrah dasar manusia sebagai makhluk yang tak pernah lepas dari kesalahan dan kelemahan, bahkan jika kita ingin mengharapkan kesempurnaan pribadi dari seorang teman, keluarga, orang tua maupun pemimpin, itu hal yang mustahil dan takkan pernah didapatkan hatta yaumil qiyamah. Namun yang harus senantiasa dijadikan renungan dan koreksian buat pribadi masing-masing adalah, lebih banyak manakah antara kebaikan dan kejahatan yang kita perbuat selama ini? Sudahkah kita menyadari akan setiap perbuatan yang telah dilakukan?
Namun percayalah dosa-dosa tadi senantiasa akan terkurangi bahkan terhapus dan dapat pengampunan dari Alloh kalau kita benar-benar mengoptimalkan kehidupan. Dengan mengisi amalan-amalan yang kelihatannya kecil dan ringan namun senantiasa dicintai Alloh dan berpahala besar. Amalan-amalan tersebut sebagai berikut,
Pertama, Melaksanakan Sholat

Kamis, 03 Desember 2015

Sifat Lemah-Lembut Modal Terbaik Setiap Muslim

Sifat kasih-sayang, lemah-lembut dan santun merupakan sifat-sifat yang dibutuhkan dan menjadi modal untuk sebuah adaptasi. Adaptasi yang baik dengan mencoba menepiskan, mengesampingkan egoisme dan kepentingan diri. Namun dengan tidak kemudian mengorbankan prinsip-prinsip penting dalam keberagamaan kita. Inilah yang disebut para ulama' dengan istilah Al-Mudaroh. Mengambil simpati dan mencoba berempati dengan orang lain. Mengikuti gaya tradisi mereka dengan tidak melanggar syari'at-syrai'at Alloh yang telah kita yakini sebagai sebuah aturan terbaik.

Sebaliknya, berusaha menyenangkan mereka dengan berbagai macam cara, hingga ke arah melanggar segala aturan Alloh, tidaklah kemudian dikatakan adaptasi yang baik. Bahkan hal tersebut bisa menjadi sesuatu yang menjerumuskan kita ke jurang kenistaan. Mengorbankan Alloh demi sesuatu yang kecil dan murah. Na'udzubillah min dzalik.

Rabu, 02 Desember 2015

Kisah Ahlusshuffah

"Setiap selesai sholat, Rosululloh selalu mem-posting shohabat ahlus-shuffah untuk menerima jatah makan pada shohabat lainnya" -Makna Hadits-

Ahlus-Shuffah, yaitu para shohabat yang dikenal dengan tamu-tamu Alloh. Dikarenakan mereka menempati pelataran masjid Nabawi sebagai tempat tinggal dan istirahat mereka. Golongan shohabat yang tidak memiliki harta dan apapun untuk kelangsungan hidup (golongan faqir) namun memiliki kesemangatan yang tinggi untuk menimba ilmu dan memperkokoh keimanan pada Rosululloh dan shohabat lainnya.

Metode Pengubah dan Penata Jiwa

Berkata Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib, "Kami sedang duduk bersama Rosululloh di dalam masjid, lalu datang dan ikut bergabung bersama kami Mush'ab bin 'Umair dengan mengenakan pakaian yang ditambal. Ketika Rosululloh melihatnya, beliau menangis mengingat bagaimana keadaannya (Mush'ab) sebelum Islam (manja dan selalu tampil necis), dan bagaimana keadaannya saat ini" –Makna Hadits–

Sebuah perubahan yang luar biasa dilakukan oleh seseorang. Membalikkan keadaan 180 derajat. Tidak lagi melihat diri, tidak lagi dunia bergantung pada hati, tidak lagi peduli pada selain Alloh dan Rosul yang ia cintai.

Bentuk pendidikan seperti apa yang diterapkan oleh Sang Baginda Nabi? Bentuk pembimbingan bagaimana yang disampaikan Nabi, hingga mampu mengupgrade sosok-sosok penting dan luar biasa di zamannya?

Keistimewaan Nabi

"Beliaulah (Rosululloh Muhammad) yang muncul pertama kali saat hari Kebangkitan. Terdapat bersama beliau saat itu 70.000 malaikat dan Buroq (yang pernah beliau tunggangi saat Isro' & Mi'roj)"

Terdapat banyak keistimewaan yang diberikan Alloh dan dikhususkan hanya diberikan pada beliau, Rosulululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Keistimewaan sebelum kelahiran beliau, saat kelahiran, masa kanak2, masa remaja, masa dewasa, masa diutusnya beliau menjadi rohmatan lil'alamiin, masa wafat beliau, dan masa kebangkitan kelak di hari Kiamat.

Rosululloh Muhammad, adalah orang yang pertama kelak akan melihat Alloh. Dan diberikan kesempatan untuk memberi syafaat dan bantuan untuk umatnya. Karena beliaulah satu-satunya manusia yang masih memikirkan nasib dan hak orang lain (umatnya) pada masa itu, di mana setiap insan hanya bisa memikirkan nasib dirinya. Sebagaimana dijelaskan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad Al-Maliky di kitab beliau, Adz-Dzakhoir Al-Muhammadiyah