Berkata Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib, "Kami sedang duduk bersama Rosululloh di dalam masjid, lalu datang dan ikut bergabung bersama kami Mush'ab bin 'Umair dengan mengenakan pakaian yang ditambal. Ketika Rosululloh melihatnya, beliau menangis mengingat bagaimana keadaannya (Mush'ab) sebelum Islam (manja dan selalu tampil necis), dan bagaimana keadaannya saat ini" –Makna Hadits–
Sebuah perubahan yang luar biasa dilakukan oleh seseorang. Membalikkan keadaan 180 derajat. Tidak lagi melihat diri, tidak lagi dunia bergantung pada hati, tidak lagi peduli pada selain Alloh dan Rosul yang ia cintai.
Bentuk pendidikan seperti apa yang diterapkan oleh Sang Baginda Nabi? Bentuk pembimbingan bagaimana yang disampaikan Nabi, hingga mampu mengupgrade sosok-sosok penting dan luar biasa di zamannya?
Rabu, 02 Desember 2015
Keistimewaan Nabi
"Beliaulah (Rosululloh Muhammad) yang muncul pertama kali saat hari Kebangkitan. Terdapat bersama beliau saat itu 70.000 malaikat dan Buroq (yang pernah beliau tunggangi saat Isro' & Mi'roj)"
Terdapat banyak keistimewaan yang diberikan Alloh dan dikhususkan hanya diberikan pada beliau, Rosulululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Keistimewaan sebelum kelahiran beliau, saat kelahiran, masa kanak2, masa remaja, masa dewasa, masa diutusnya beliau menjadi rohmatan lil'alamiin, masa wafat beliau, dan masa kebangkitan kelak di hari Kiamat.
Rosululloh Muhammad, adalah orang yang pertama kelak akan melihat Alloh. Dan diberikan kesempatan untuk memberi syafaat dan bantuan untuk umatnya. Karena beliaulah satu-satunya manusia yang masih memikirkan nasib dan hak orang lain (umatnya) pada masa itu, di mana setiap insan hanya bisa memikirkan nasib dirinya. Sebagaimana dijelaskan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad Al-Maliky di kitab beliau, Adz-Dzakhoir Al-Muhammadiyah
Terdapat banyak keistimewaan yang diberikan Alloh dan dikhususkan hanya diberikan pada beliau, Rosulululloh Shollallohu 'Alaihi wa Sallam. Keistimewaan sebelum kelahiran beliau, saat kelahiran, masa kanak2, masa remaja, masa dewasa, masa diutusnya beliau menjadi rohmatan lil'alamiin, masa wafat beliau, dan masa kebangkitan kelak di hari Kiamat.
Rosululloh Muhammad, adalah orang yang pertama kelak akan melihat Alloh. Dan diberikan kesempatan untuk memberi syafaat dan bantuan untuk umatnya. Karena beliaulah satu-satunya manusia yang masih memikirkan nasib dan hak orang lain (umatnya) pada masa itu, di mana setiap insan hanya bisa memikirkan nasib dirinya. Sebagaimana dijelaskan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad Al-Maliky di kitab beliau, Adz-Dzakhoir Al-Muhammadiyah
Menjauhi dosa sejauh-jauhnya
Terdapat sebuah riwayat hadits dimana seorang shohabat menanyakan kebolehan membuat cuka dari khomr. Rosululloh menjawab bahwa hal tersebut dilarang, jika sudah diproses (dicampuri bahan lain). Adapun jika tidak diproses (berubah dengan sendirinya), maka tidak ada masalah.
Sebuah peristiwa pendek yang kemudian menghasilkan banyak istinbath (kesimpulan hukum) dari para ulama', berkaitan dengan kenajisan khomr tersebut. Dan berkaitan pula dengan larangan Alloh untuk mendekatinya.
Adapun hikmah yang bisa diambil dari hal tersebut, sebuah pengingat kita akan perintah Alloh untuk selalu berhati-hati dalam mendekati sebuah dosa. Segala hal yang telah menjadi larangan Alloh, maka semaksimal kita untuk berusaha menjauhi sejauh-jauhnya. Sebagaimana yang disabdakan Rosul dalam sebuah riwayat hadits,
"Apa yang telah aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian. Dan apa yang telah aku larang, maka jauhilah" -Makna Hadits-
Sebuah peristiwa pendek yang kemudian menghasilkan banyak istinbath (kesimpulan hukum) dari para ulama', berkaitan dengan kenajisan khomr tersebut. Dan berkaitan pula dengan larangan Alloh untuk mendekatinya.
Adapun hikmah yang bisa diambil dari hal tersebut, sebuah pengingat kita akan perintah Alloh untuk selalu berhati-hati dalam mendekati sebuah dosa. Segala hal yang telah menjadi larangan Alloh, maka semaksimal kita untuk berusaha menjauhi sejauh-jauhnya. Sebagaimana yang disabdakan Rosul dalam sebuah riwayat hadits,
"Apa yang telah aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian. Dan apa yang telah aku larang, maka jauhilah" -Makna Hadits-
Sabtu, 22 November 2014
Ciri-ciri istri Sholihah...
1. Penuh kasih sayang,
selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.
Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda :
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ
بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ
عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ
زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى
"Maukah aku beritahukan kepada
kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh
kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika
suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan
suaminya seraya berkata: "Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha."
(HR. An-Nasa’i)
Rabu, 18 September 2013
Iman dengan Akal...?
Akal
bisa menopang keimanan dalam hati dan menjadikannya sebagai pondasi
keimanan yang kuat, meski tidak sepenuhnya dan bukan segala hal dalam
proses keimanan pada Alloh harus dibuktikan dengan akal.
Namun Mengimani Alloh dan adanya wujud Alloh merupakan hal yang bisa dinalar dan dibuktikan dengan akal.
1. Beragama adalah naluri setiap manusia. Menyembah Tuhan yang selalu ia percaya, maka akan terjadi kerancuan dan tidak masuk akal jika aturan menyembah Tuhan diatur sendiri seenaknya oleh setiap orang yg menyembahnya, maka mau tidak mau aturan tersebut harus datang langsung dari Tuhan yang disembah.
2. Dan untuk menyampaikan aturan tersebut, tentunya harus ada yang namanya utusan. Penyampai risalah Tuhan kepada seluruh manusia. yang disbut dengan Rosululloh
3. Adapun penyampaian Risalah Tuhan tersebut kepada para Rosul, terdapat makhluk khusus yang diutus menjadi perantara Tuhan dan RosulNya yang disebut dengan Malaikat.
4. Membahas risalah Tuhan yang diturunkan, aturan-aturan keberagamaan yang disampaikan para Rosul, terbentuk dan terkumpul dalam sebuah kitab suci yang disebut Al-Qur'an. Terdapat 3 hal dalam nalar akal untuk bisa membuktikan kebenaran dan keotentikan Al-Qur'an, mengingat Al-Qur'an menggunakan tata bahasa Arab, maka logika yang kita temukan:
a. Al-Qur'an dibuat dan dikarang oleh orang Arab, hal ini bathil dan tidak masuk akal, mengingat terdapat sebuah ayat di dalamnya yang berisi tantangan kepada seluruh orang Arab untuk membuat tandingan ayat semisal Al-Qur'an
b. Al-Qur'an diciptakan oleh Rosululloh, hal ini juga bathil dan tidak masuk akal. Karena selama orang Arab tidak bisa menandingi keindahan ayat Al-Qur'an, maka Rosululloh pun selaku orang Arab juga tidak bisa menciptakannya. Dan hal ini juga beliau buktikan dengan perbedaan mendasar dalam 2 kalam yang sama-sama keluar dari lisan beliau, yaitu Al-Qur'an dan Hadits.
c. Al-Qur'an berasal dari Alloh, Tuhan semesta alam. Penguasa segala keindahan. Jika 2 hal di atas tidak bisa menciptakan Al-Qur'an, maka logika terakhir Al-Qur'an berasal langsung dari Alloh. Mengingat bahasa Al-Qur'an menggunakan bahasa tertinggi dan terhalus dalam tatanan bahasa Arab.
Dari penalaran akal inilah, manusia bisa membuktikan kebenaran adanya Alloh sehingga dengannya bisa mengantarkan dirinya pada keimanan terhadap adanya hal-hal ghaib yang termaktub dalam Al-Qur'an, Hadits Qoth'i dan Hadits-hadits Ahad, penjelasan perihal alam ghoib yang kasat mata dan tak terjangkau oleh indera.
Renungan Kehidupan
(Ta'lim Abi, pkl. 06.58)
Namun Mengimani Alloh dan adanya wujud Alloh merupakan hal yang bisa dinalar dan dibuktikan dengan akal.
1. Beragama adalah naluri setiap manusia. Menyembah Tuhan yang selalu ia percaya, maka akan terjadi kerancuan dan tidak masuk akal jika aturan menyembah Tuhan diatur sendiri seenaknya oleh setiap orang yg menyembahnya, maka mau tidak mau aturan tersebut harus datang langsung dari Tuhan yang disembah.
2. Dan untuk menyampaikan aturan tersebut, tentunya harus ada yang namanya utusan. Penyampai risalah Tuhan kepada seluruh manusia. yang disbut dengan Rosululloh
3. Adapun penyampaian Risalah Tuhan tersebut kepada para Rosul, terdapat makhluk khusus yang diutus menjadi perantara Tuhan dan RosulNya yang disebut dengan Malaikat.
4. Membahas risalah Tuhan yang diturunkan, aturan-aturan keberagamaan yang disampaikan para Rosul, terbentuk dan terkumpul dalam sebuah kitab suci yang disebut Al-Qur'an. Terdapat 3 hal dalam nalar akal untuk bisa membuktikan kebenaran dan keotentikan Al-Qur'an, mengingat Al-Qur'an menggunakan tata bahasa Arab, maka logika yang kita temukan:
a. Al-Qur'an dibuat dan dikarang oleh orang Arab, hal ini bathil dan tidak masuk akal, mengingat terdapat sebuah ayat di dalamnya yang berisi tantangan kepada seluruh orang Arab untuk membuat tandingan ayat semisal Al-Qur'an
b. Al-Qur'an diciptakan oleh Rosululloh, hal ini juga bathil dan tidak masuk akal. Karena selama orang Arab tidak bisa menandingi keindahan ayat Al-Qur'an, maka Rosululloh pun selaku orang Arab juga tidak bisa menciptakannya. Dan hal ini juga beliau buktikan dengan perbedaan mendasar dalam 2 kalam yang sama-sama keluar dari lisan beliau, yaitu Al-Qur'an dan Hadits.
c. Al-Qur'an berasal dari Alloh, Tuhan semesta alam. Penguasa segala keindahan. Jika 2 hal di atas tidak bisa menciptakan Al-Qur'an, maka logika terakhir Al-Qur'an berasal langsung dari Alloh. Mengingat bahasa Al-Qur'an menggunakan bahasa tertinggi dan terhalus dalam tatanan bahasa Arab.
Dari penalaran akal inilah, manusia bisa membuktikan kebenaran adanya Alloh sehingga dengannya bisa mengantarkan dirinya pada keimanan terhadap adanya hal-hal ghaib yang termaktub dalam Al-Qur'an, Hadits Qoth'i dan Hadits-hadits Ahad, penjelasan perihal alam ghoib yang kasat mata dan tak terjangkau oleh indera.
Renungan Kehidupan
(Ta'lim Abi, pkl. 06.58)
Langganan:
Postingan (Atom)

